WordPress Itu Selalu Bergerak
Kalau kamu sudah cukup lama main WordPress, pasti sadar kalau platform ini nggak pernah berhenti berkembang. Dari awalnya hanya platform blogging sederhana di tahun 2003, sampai sekarang jadi CMS paling populer di dunia yang dipakai lebih dari 40% website.
Nah, setiap tahunnya WordPress punya beberapa versi besar. Dan kabar gembira buat kita semua: akhir tahun 2025, tepatnya 2 Desember 2025, WordPress bakal merilis versi 6.9.
Sebagai pemula, mungkin kamu bertanya:
“Apa sih yang spesial dari WordPress 6.9? Bakal ngaruh nggak buat website saya?”
Jawabannya: iya, ngaruh banget. Karena di 6.9, fokusnya adalah mempermudah pengalaman pengguna supaya bikin website nggak lagi ribet, bahkan tanpa perlu plugin tambahan.
Timeline: Dari Alpha sampai Rilis Final
Sebelum bahas fitur, mari kita lihat perjalanan rilisnya:
- Alpha (25 Maret 2025) → fase awal di mana fitur mulai dikembangkan.
- Beta 1 (21 Oktober 2025) → versi percobaan pertama yang bisa dicoba publik.
- Release Candidate (11 November 2025) → hampir final, fokus pada perbaikan bug.
- Final Release (2 Desember 2025) → versi stabil yang siap dipakai semua orang.
Jadi, buat kamu yang suka nyobain lebih awal, bisa coba WordPress Beta Tester Plugin sekitar akhir Oktober nanti.
Fitur-Fitur Baru WordPress 6.9
Oke, sekarang masuk ke bagian paling ditunggu: apa aja yang baru di 6.9? Yuk kita bahas satu per satu dengan gaya cerita biar lebih mudah dipahami.
1. Editor Situs dengan Mode Sederhana
Coba bayangin kamu baru pertama kali buka Site Editor WordPress. Panel di kiri kanan, menu styling, block inserter, dan banyak tombol lain kadang bikin pemula bingung harus klik yang mana dulu.
Nah, di WordPress 6.9 akan ada mode editing simpel. Mode ini membuat tampilan editor jadi lebih bersih, fokus ke teks dan gambar aja. Jadi kalau tujuanmu cuma “edit konten cepat”, kamu nggak perlu disuguhi semua alat desain sekaligus.
Gimana kalau nanti butuh desain lanjutan? Tinggal switch aja ke mode lengkap.

2. Manajemen Template Lebih Pintar
Banyak pemula yang bingung soal template. “Kalau saya bikin template baru, apakah template lama hilang? Kalau ganti tema, apakah desainnya reset lagi?”
Di WordPress 6.9, sistem template jauh lebih ramah pengguna:
- Bisa punya beberapa versi template dengan slug sama → cocok buat uji coba desain.
- Bisa simpan template sebagai draft sebelum dipakai.
- Template tetap aman meskipun kamu ganti tema.
- Ada opsi sembunyikan blok di front-end tapi tetap terlihat di backend (berguna buat testing).
Jadi, kamu bisa lebih percaya diri bereksperimen tanpa takut hasil kerja hilang.

3. Kolaborasi Lebih Mudah dengan Komentar di Blok
Kalau kamu nulis artikel bareng tim, biasanya komunikasi dilakukan lewat chat atau Google Docs. Nah, di WordPress 6.9 ada fitur baru: Block-Level Commenting.
Artinya, editor atau tim kamu bisa kasih komentar langsung di blok tertentu. Misalnya:
- “Judul ini bisa lebih singkat.”
- “Ganti gambar ini pakai yang resolusi lebih tinggi.”
Mirip banget kayak kolaborasi di Google Docs, tapi bedanya: semua langsung di WordPress.

4. Command Palette Super Canggih
Command Palette itu semacam “pencarian cepat” di WordPress. Kalau kamu pencet Cmd/Ctrl + K, sebuah kotak pencarian muncul.
Di versi sebelumnya, fiturnya masih terbatas. Tapi di 6.9, kemampuannya makin luas:
- Bisa bikin postingan baru langsung dari palette.
- Bisa navigasi ke halaman tertentu tanpa buka menu.
- Bisa akses setting plugin lebih cepat.
Intinya: semakin sedikit klik, semakin cepat kerja kamu.

5. API Baru & Performa yang Lebih Kencang
Nah, bagian ini mungkin agak teknis, tapi tetap penting buat kamu yang pemula.
Ada dua API baru di WordPress 6.9:
- Interactivity API → bikin interaksi di website lebih cepat, misalnya klik tombol tanpa reload seluruh halaman.
- Abilities API → bikin WordPress lebih mudah dihubungkan dengan AI atau sistem eksternal lain.
Selain itu, caching halaman dan penggunaan resource makin efisien. Hasilnya? Website WordPress kamu bakal lebih cepat dan hemat tenaga server.
Baca Juga
Work in Progress (WIP)
Menurut Anne McCarthy (kontributor WordPress Core), roadmap ini masih dalam tahap pengerjaan. Saat artikel ini ditulis, tim fokus menyelesaikan fitur sebelum Beta 1 di Oktober 2025.
Jadi masih ada kemungkinan beberapa detail berubah, tapi garis besar fitur di atas sudah cukup jelas jadi “menu utama” WordPress 6.9.
Kenapa Nggak Ada Tema Default Baru?
Setiap tahun biasanya kita dapat tema default “Twenty Something”, misalnya Twenty Twenty-Five. Tapi di versi 6.9, tidak ada tema default baru.
Alasannya cukup sederhana:
- Tim ingin fokus memperkuat editor, template, dan performa.
- Tema blok yang ada sekarang sudah cukup matang untuk jadi starter theme.
Buat pemula, ini kabar baik. Artinya kamu tidak perlu bingung memilih tema baru cukup eksplorasi theme blok yang sudah ada.
FAQ
Kesimpulan
WordPress 6.9 membawa banyak hal baru yang intinya bikin hidup pemula lebih mudah:
- Editing lebih fokus dan nggak bikin pusing.
- Template yang lebih fleksibel dan aman.
- Kolaborasi lancar kayak Google Docs.
- Navigasi cepat lewat Command Palette.
- Website makin cepat berkat API baru.
Kalau kamu baru mulai dengan WordPress, ini versi yang tepat untuk belajar. Kalau sudah lama pakai, ini saatnya nikmati efisiensi baru yang disiapkan tim WordPress Core.
Jangan lupa: rilis final 2 Desember 2025. Yuk siapkan website kamu, dan kalau mau lebih seru, join komunitas seperti WordPress Bandung buat diskusi langsung bareng sesama pengguna.
Pertanyaan untukmu:
Fitur mana yang paling bikin kamu penasaran di WordPress 6.9? Tulis jawabanmu di komentar, yuk!
Leave a Reply