Tahun 2026, Tahunnya WordPress versi 7
Assalamualaikum, pegiat WordPress.
Tahun 2026 ini dibuka dengan kabar yang sangat menggembirakan dari dapur pacu WordPress. Jika kita menengok ke dokumen proposal yang diterbitkan di Make WordPress Core pada pertengahan Desember 2025 lalu, kita tidak perlu menunggu lama untuk menyambut era baru.
Ternyata, WordPress 7.0 dijadwalkan rilis sangat dekat, yaitu pada Kamis, 9 April 2026, bertepatan dengan acara Contributor Day di WordCamp Asia.
Ini adalah momen bersejarah. Bayangkan, para kontributor baru di WordCamp Asia nanti bisa menyaksikan proses rilis secara live, belajar langsung, bahkan ikut andil dalam peluncuran versi mayor ini di hari pertama mereka berkontribusi.
Tidak hanya itu, tahun 2026 akan dipadati oleh tiga rilis besar sekaligus. Setelah versi 7.0 di bulan April, kita akan menyambut WordPress 7.1 pada 19 Agustus 2026 (bertepatan dengan WordCamp US), dan menutup tahun dengan WordPress 7.2 pada bulan Desember.
Dengan jadwal Beta 1 untuk WordPress 7.0 yang jatuh pada 19 Februari 2026 (tinggal menghitung hari!), pertanyaan besarnya adalah: Apa saja isi “dapur pacu” WordPress 7.0 yang sedang disiapkan oleh tim pengembang?
Mengacu pada laporan lapangan dari Nomad Blog dan Gutenberg Times, berikut adalah penjelajahan mendalam tentang fitur-fitur masa depan yang sedang dikerjakan.
Revolusi Alur Kerja: Admin yang Menyatu dan Kolaboratif
Pekerjaan terbesar yang sedang berlangsung saat ini adalah meruntuhkan tembok pemisah antara “Dashboard Admin” dan “Site Editor”. Selama ini, kita sering merasa seperti menggunakan dua aplikasi berbeda saat mengelola situs, satu untuk konten, satu untuk desain.
Visi utama WordPress 7.0 adalah Unified Dashboard atau penyatuan admin. Tampilan admin masa depan ini dirancang agar terasa lebih modern dan cair. User nantinya bisa berpindah dari menulis artikel ke mengatur menu navigasi, atau mengecek statistik situs tanpa harus me-reload halaman secara kasar. Batasan antara “Back-end” dan “Front-end” akan semakin lebur.
Di dalam ekosistem baru ini, fitur Kolaborasi Waktu Nyata (Real-Time Collaboration) menjadi primadona. Mekanismenya mirip seperti saat kita bekerja di Google Docs. Kita bisa melihat kursor rekan tim kita bergerak di layar, mengedit paragraf bersamaan, atau menyusun layout landing page secara paralel. Tidak ada lagi drama “postingan terkunci” karena sedang diedit orang lain.
Sistem ini juga didukung oleh Revisi Visual. Jika dulu kita hanya melihat tumpukan kode HTML saat mengecek riwayat perubahan, nanti kita akan disuguhkan slider visual. Kita bisa melihat bagaimana tampilan halaman berubah dari waktu ke waktu secara nyata, memudahkan kita mengembalikan desain ke kondisi sebelumnya dengan presisi tinggi.
Evolusi Manajemen Data: Selamat Tinggal Tabel Kaku
Selain tampilan admin, cara kita melihat data juga akan berubah total lewat fitur Data Views. Selama belasan tahun, kita terbiasa melihat daftar postingan atau halaman dalam bentuk tabel teks yang kaku.
Di WordPress 7.0, tampilan ini akan berevolusi. Kita bisa mengubah daftar konten menjadi bentuk Grid, Kanban, atau tabel interaktif yang visual. Bayangkan kita mengelola toko online dan bisa memfilter produk berdasarkan stok, melihat thumbnail fotonya langsung di dashboard, dan melakukan bulk edit tanpa harus membuka halaman satu per satu. Manajemen konten akan terasa secepat menggunakan aplikasi desktop.
Pengalaman Desain: Lebih Akurat, Lebih Fleksibel
Bagi rekan-rekan yang bergelut di dunia desain tema, pembaruan ini adalah angin segar. Laporan dari Nomad Blog menyoroti pengembangan Mode Pengeditan Responsif. Fitur ini melampaui sekadar “Preview”. Kita nantinya bisa benar-benar mengedit konten dalam ukuran layar spesifik (misalnya iPhone atau Tablet) secara akurat. Panel editor akan menyesuaikan diri, memberikan pengalaman mendesain yang presisi untuk perangkat seluler.
Fleksibilitas ini semakin lengkap dengan hadirnya Responsive Grid Styles pada blok Group. Membuat layout majalah yang kompleks atau tampilan grid produk yang rapi tidak perlu lagi mengandalkan plugin kolom tambahan atau CSS manual. Opsi grid ini akan tertanam secara native di inti WordPress.
Tak lupa, fitur Navigation Overlay juga mendapat perhatian khusus. Kita akan memiliki kendali penuh untuk mendesain tampilan menu di HP (hamburger menu), mulai dari warna latar, animasi, hingga menyisipkan logo atau tombol CTA di dalam menu tersebut.
Baca Juga
Menyusun Web Seperti Lego: Zoom Out & Pola
Sering merasa “tersesat” saat mengedit halaman yang panjang dan penuh blok? Solusinya sedang dikerjakan melalui fitur Zoom Out Mode dan Pengeditan Pola.
Dalam mode ini, perspektif kita akan ditarik mundur. Fokus kita bukan lagi pada teks per huruf, melainkan pada struktur halaman. Kita bisa menggeser bagian-bagian besar situs (seperti Header, Hero Section, Testimonial) layaknya menyusun balok Lego. “Tarik Pola A ke atas, geser Pola B ke bawah”. Ini adalah definisi sesungguhnya dari Page Building yang efisien.
Selain itu, ada kabar gembira soal manajemen data dinamis. Fitur Block Binding Iteration akan memungkinkan kita menghubungkan blok (seperti Heading atau Gambar) dengan sumber data (Custom Fields) secara langsung di editor, tanpa perlu menyentuh kode PHP. Jembatan emas bagi developer untuk membuat situs dinamis dengan cepat.
Blok Baru & Kecerdasan Buatan
Melengkapi laporan tersebut, sumber dari Gutenberg Times memberikan detail tambahan mengenai fitur interaktif yang akan menjadi standar baru. Kita akhirnya akan menyambut Blok Tab (Tabs Block) bawaan! Membuat konten tabulasi kini bisa langsung dari editor tanpa plugin tambahan.
Begitu juga dengan Blok Galeri yang akan mendukung fitur Lightbox (gambar membesar saat diklik) dengan navigasi geser yang mulus, berkat implementasi Interactivity API. Bahkan blok Sampul (Cover) akan mendukung penyematan video yang lebih mulus sebagai latar belakang.
Di sisi lain, eksperimen AI (Kecerdasan Buatan) di WordPress 7.0 semakin canggih. Bukan sekadar generator teks, AI akan berfungsi sebagai asisten desain. Melalui perintah suara atau teks di Command Palette, kita bisa meminta AI untuk mengubah layout, mengganti skema warna, atau bahkan membuatkan pola desain baru dalam hitungan detik.
Tanya Jawab (FAQ)
Versi Beta 1 dijadwalkan rilis pada 19 Februari 2026. Akang-Teteh bisa mencobanya di situs staging (percobaan). Rilis publik resminya ditargetkan pada 9 April 2026.
WordPress sangat menjunjung tinggi Backward Compatibility. Tema klasik akan tetap berjalan, namun fitur-fitur canggih seperti Visual Revision, Unified Dashboard, dan Zoom Out akan bekerja maksimal jika menggunakan Block Theme (FSE).
Ini masih dalam tahap pengembangan teknis. Namun, tujuannya adalah agar fitur ini bisa berjalan di hosting standar (shared hosting) tanpa konfigurasi server yang rumit.
Kesimpulan: Masa Depan Adalah “Native”
Dari dokumen perencanaan Arsitek Gutenberg hingga eksperimen teknis di lapangan, satu benang merah terlihat jelas: WordPress 7.0 ingin menjadikan pengalaman “Native” sebagai standar emas.
Kita sedang bergerak menuju era di mana mengelola website tidak lagi membutuhkan belasan plugin pihak ketiga hanya untuk fitur dasar seperti Tab, Grid, atau Lightbox. Semuanya akan tersedia di dalam inti WordPress, terintegrasi dengan mulus, dan didukung oleh alur kerja kolaboratif yang cerdas.
Ini bukan sekadar update software; ini adalah transformasi cara kita bekerja di web. Saran saya, mulailah berinvestasi waktu untuk menguasai Full Site Editing (FSE) dari sekarang.
Sumber Referensi
Artikel ini dirangkum dan dianalisis dari sumber-sumber resmi pengembangan WordPress:
- Make WordPress Core: Proposal: 2026 Major Release Schedule (Dec 18, 2025)
- Make WordPress Core: Planning for 7.0 (Dec 11, 2025)
- Nomad Blog: Exploring Work in Progress for WordPress 7.0
- Gutenberg Times: Roadmap, AI Experiments, & Interactivity API
Siap Membangun Website Masa Depan?
Perubahan teknologi web di tahun 2026 ini berjalan sangat cepat. Jangan biarkan website bisnis Rekan-Rekan tertinggal dengan teknologi lama yang berat dan sulit dikelola.
Saya, Rachmat Gumilar, siap menjadi partner Rekan-Rekan untuk membangun aset digital yang siap menyambut era WordPress 7.0.
✅ Spesialis Native FSE: Web ringan, minim plugin, performa maksimal. ✅ Future-Proof Design: Struktur web yang siap untuk update jangka panjang. ✅ Edukasi & Konsultasi: Belajar mengelola web modern secara mandiri.
Yuk, kita ngobrol santai tentang kebutuhan websitenya
👉 Hubungi Saya via WhatsApp untuk Konsultasi Gratis. Mari bangun website yang tak hanya keren, tapi juga cerdas dan tangguh.




Leave a Reply