Author: Rachmat Gumilar

  • Cerita di Balik Project Redesign Website kangfadhil.id

    Cerita di Balik Project Redesign Website kangfadhil.id

    Setiap website punya cerita. Tapi bagi saya, justru proses mendesain ulang sebuah website menyimpan lebih banyak kisah — tentang pemiliknya, tentang tujuannya, dan tentu saja… tentang tantangan di balik layarnya.

    Mendesain ulang website bukan sekadar mempercantik tampilan. Tapi menyelaraskan wajah digital dengan identitas dan perjalanan sang pemiliknya.

    Kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya sebagai desainer web dalam proyek redesign website kangfadhil.id, sebuah situs pribadi milik Kang Fadhil Dzikri — seorang Digital Marketing Enthusiast dari Bandung yang aktif berbagi insight, membangun komunitas, dan terus tumbuh sebagai profesional di dunia digital.

    Latar Belakang Project

    Saat saya menerima tantangan untuk me-redesign website Kang Fadhil Dzikri, seorang Digital Marketing Enthusiast dari Bandung yang aktif berbagi insight dan edukasi tentang SEO dan strategi konten digital, saya langsung paham: website ini harus berubah arah — bukan hanya tampilannya, tapi juga cara menyampaikan pesannya dan kecepatan akses webnya.

    Brief & Tantangan

    Tampilan website versi sebelumnya sudah rapi, tapi terlalu generik. Padahal Kang Fadhil adalah figur yang:

    • Aktif berbagi ilmu
    • Dekat dengan komunitasnya
    • Selalu punya energi baru dalam menyampaikan edukasi digital

    Tantangan utama saya: membuat website yang lebih personal, lebih hangat, dan lebih fleksibel untuk mengelola konten edukasi digital.

    Proses Desain Ulang

    Saya memilih menggunakan WordPress Block Editor (FSE) agar seluruh desain fleksibel dan ringan, tanpa bergantung pada plugin page builder tambahan. Dengan tools bawaan WordPress, saya dapat menyusun ulang struktur halaman dari nol, dan membangun ulang identitas visual yang lebih merepresentasikan Kang Fadhil sebagai seorang praktisi dan mentor.

    Elemen Desain Utama

    Bagian Homepage: Misi Utama, Sorotan Utama

    Saat saya pertama kali melihat homepage lama dari website Kang Fadhil, hal yang langsung terlintas di kepala adalah: “Ini harus lebih dari sekadar ‘kartu nama digital’.” Karena Kang Fadhil bukan sembarang praktisi digital, tapi Growth Business Specialist dengan pengalaman SEO sejak 2009. Maka saya mulai menyusun ulang homepage sebagai etalase personal brand yang benar-benar kuat.

    Hero Section: Perkenalan Penuh Karakter

    Saya mulai dengan membuat Hero Section yang langsung memperkenalkan siapa Kang Fadhil, lengkap dengan jabatan “Digital Marketing Enthusiast”, ditambah CTA ganda: Hubungi Saya & Lihat Profil. Agar tidak sekadar teks, saya padukan dengan ilustrasi dan foto profesional Kang Fadhil yang menyatu dengan grafis lingkaran — mewakili perjalanan & pertumbuhan yang terus berputar.

    Quote Section: Personal & Emosional

    Bagian ini penting — saya tampilkan foto close-up Kang Fadhil mengenakan hoodie merah disertai kutipan motivasi tentang makna sukses. Ini memberi nuansa manusiawi & empatik, mengingatkan kita bahwa dibalik strategi bisnis ada nilai hidup yang dijunjung.

    Trust Element: Angka yang Bicara

    Tepat di bawahnya, saya munculkan angka-angka pencapaian: jumlah klien, project, dan tahun pengalaman. Karena, kita tahu, angka lebih mudah dipercaya dibanding janji. Desain dibuat bersih, simetris, dan mudah dicerna.

    Layanan Utama: Fokus & Jelas

    Selanjutnya, saya perkenalkan layanan Kang Fadhil sebagai Growth Business Specialist. Saya pecah menjadi 4 box:

    • SEO Technical
    • Campaign SEO
    • SEO Strategy
    • Conversion Rate

    Setiap box punya ikon dan deskripsi ringkas agar mudah dipahami bahkan oleh yang awam SEO.

    Produk Digital: E-Book & Bootcamp

    Untuk bagian produk, saya munculkan dua unggulan:

    • E-Book: Menjadi SEO Specialist Itu Asik Loh!
    • Bootcamp: SEO Foundation Academy

    Visualnya dibuat atraktif dan profesional, dengan harga dan tanggal kelas agar mudah diakses calon peserta.

    Ruang Belajar (Blog Section)

    Karena edukasi adalah bagian dari brand Kang Fadhil, saya munculkan artikel terbaru dari blog dalam bentuk card 3 kolom. Setiap card punya thumbnail, judul, dan CTA baca selengkapnya. Ini memperkuat positioning beliau sebagai thought leader.

    CTA Penutup: Ajak Kolaborasi

    Saya tutup homepage dengan ajakan langsung: “Let’s Work Together”. Visual jembatan kota Bandung di malam hari menambah kesan lokal, profesional, dan siap melayani siapa pun yang ingin berkolaborasi.

    Desain homepage ini bukan sekadar layout, tapi perjalanan mendesain ulang citra profesional Kang Fadhil secara digital.

    Tujuannya satu: website ini bukan hanya bisa dilihat, tapi bisa dipercaya.

    Halaman Produk: Gak Cuma Jualan, Tapi Juga Meyakinkan

    Di halaman produk ini, saya ingin memastikan setiap orang yang membuka link e-book dan bootcamp langsung paham nilai dari produknya — tanpa harus mikir panjang. Jadi, yang saya lakukan pertama adalah menyusun ulang strukturnya jadi lebih rapi dan fokus ke konversi.

    Produk 1: Panduan Menjadi SEO Specialist Itu Asik Loh!

    📍 Link halaman

    Untuk e-book ini, saya bikin tampilannya mirip landing page sederhana:

    • Gambar cover e-book yang besar dan jelas di bagian atas.
    • Judul dan deskripsi produk saya susun dalam grid dua kolom biar rapi.
    • Saya sematkan highlight fitur seperti apa yang akan kamu pelajari dan untuk siapa e-book ini cocok — semuanya ditampilkan dalam bentuk poin-poin supaya mudah dicerna.
    • CTA beli diarahkan ke marketplace digital dengan gaya tombol besar dan menonjol, biar gampang diklik.

    Produk 2: Bootcamp SEO Foundation Academy Batch 2

    📍 Link halaman

    Halaman bootcamp saya desain dengan pendekatan semi-event:

    • Ada poster digital kelas di sisi kanan dan deskripsi mendetail di sisi kiri.
    • Saya tambahkan info teknis seperti jadwal, platform (Zoom), hingga benefit peserta, disajikan secara berurutan.
    • Bagian bonus dan harga spesial saya desain dengan gaya highlight, agar terlihat menarik dan tidak tenggelam oleh teks lainnya.
    • Sama seperti e-book, tombol CTA diarahkan ke WhatsApp atau halaman pembayaran.

    Intinya, saya buat halaman produk ini bukan hanya “kelihatan keren”, tapi juga nyaman dibaca dan mudah dibeli.

    Halaman Artikel: Belajar SEO Gak Perlu Ribet

    📍 Link halaman

    Untuk halaman artikel, saya pastikan tampilannya tetap simpel tapi tetap punya identitas visual yang kuat.

    • Saya susun artikel dalam layout 3 kolom menggunakan blok post grid bawaan, agar efisien dan tetap responsif.
    • Tiap card artikel tampil dengan thumbnail gambar, judul yang clickable, dan excerpt ringkas. Desainnya bersih dan modern, jadi nyaman dilihat, terutama di layar mobile.
    • Di bagian atas halaman, saya tambahkan judul section “Ruang Belajar” sebagai pemanis dan penguat identitas brand edukatif dari Kang Fadhil.

    Fungsinya jelas: siapa pun yang datang ke halaman ini bisa langsung lihat dan klik artikel terbaru yang relevan — baik pemula maupun yang sudah paham SEO.

    Kalau homepage adalah pintu masuknya, maka halaman produk dan artikel ini adalah ruang interaksi dan edukasi. Saya pastikan semuanya terstruktur, jelas, dan tetap dalam gaya visual brand Kang Fadhil: profesional tapi tetap ramah dan approachable.

    Halaman CV: Bukan Sekadar Daftar Riwayat Hidup

    📍 Link halaman

    Salah satu tantangan seru dalam project redesign ini adalah bikin halaman CV Kang Fadhil tetap informal tapi tetap powerful. Saya gak ingin halaman ini sekadar daftar panjang pengalaman kerja — tapi juga jadi ajang pamer kredibilitas yang elegan.

    Makanya, saya mulai dari Foto dan Nama Kang Fadhil lalu tambahkan siapa Kang Fadhil dan quote yang singkat tapi berkesan. Lalu masuk ke bagian inti yang saya susun dalam tampilan 2 kolom:

    Kiri: Informasi Personal dan Kemampuan

    • Kontak, Pendidikan, kemampuan, dan bahasa saya susun rapi di bagian kiri
    • Saya tambahkan juga logo kecil biar tampilannya gak kaku.

    Kanan: Pengalaman

    • Saya pisahkan antara Pengalaman Kerja dan Pengalaman Pembicara.
    • Bagian Pengalaman Pembicara, saya susun dalam grid layout biar tampil modern.

    Saya tetap jaga tone desain dari homepage dan produk, dengan font dan warna yang senada. Tujuannya: menjaga brand consistency. Dan tentu saja, pastikan halaman ini tetap cepat dimuat dan nyaman dilihat di mobile.

    Halaman ini bukan cuma tempat pamer CV, tapi ruang personal branding versi digital — dan saya pastikan tampilannya segar dan profesional.

    Halaman Single Post: Bikin Pembaca Betah Sampai Habis

    Saat mengerjakan bagian halaman artikel/single post, saya tahu betul kalau ini bukan cuma soal nulis dan baca — tapi soal mengajak pengunjung stay lebih lama dan nyaman menyerap isi konten.

    Makanya, begitu masuk ke halaman artikel seperti “Website Hilang di Google? Ini 7 Penyebab & Solusinya!”, hal pertama yang saya tata adalah:

    Struktur Layout yang Rapi

    • Bagian header artikel saya desain tegas dengan judul besar yang langsung nangkep mata, dilengkapi dengan breadcrumb sebagai navigasi mini biar user gak nyasar.
    • Saya tambahkan juga gambar featured image yang ukurannya pas dan kontekstual — biar tampilannya menarik saat artikel dishare ke media sosial.

    Tipografi yang Nyaman

    Saya pilih ukuran font yang readable untuk desktop maupun mobile. Jarak antar paragraf juga saya atur biar mata gak cepat lelah.

    Komponen di Bawah Artikel

    • Saya sisipkan kolom penulis lengkap dengan avatar, siapa penulis dan tombol sosial media.
    • Saya sisipkan juga navigasi artikel terbaru di bagian bawah. Ini penting buat menjaga user tetap muter-muter di website — alias engagement boost.

    Saya tutup homepage dengan ajakan langsung: “Let’s Work Together”. Visual jembatan kota Bandung di malam hari menambah kesan lokal, profesional, dan siap melayani siapa pun yang ingin berkolaborasi.

    Mobile Friendly? Wajib!

    Saya pastikan desain tetap smooth di HP. Mulai dari margin, padding, sampai ukuran teks — semua saya cek agar user bisa baca dengan nyaman sambil rebahan 😁.

    Di halaman artikel ini, tujuan saya sederhana: bikin pembaca nyaman, gak cepat kabur, dan langsung tertarik lanjut baca artikel lainnya. Dan itu harus didukung desain yang clean dan ramah mata.

    Tools & Teknologi yang Saya Gunakan

    Nah, setelah ngobrolin bagian depan layar yang penuh visual dan pengalaman pengguna, sekarang waktunya saya bongkar sedikit “dapur teknis” dari website kangfadhil.id yang saya redesign.

    CMS: WordPress

    Website Kang Fadhil ini dibangun menggunakan WordPress — karena fleksibel, powerful, dan komunitasnya luas banget. Terutama untuk personal branding, WordPress adalah pilihan yang solid.

    Tema: Block Theme Modern

    Saya pakai tema berbasis Full Site Editing (FSE) alias block theme modern yang mendukung Block Editor bawaan WordPress 100%. Tema yang digunakan adalah tema bawaan WordPress terbaru yaitu Twenty Twenty-Five, tema ini dikenal karena kesederhanaan, fleksibilitas, dan fitur-fitur yang berorientasi pada block editor bawaan.

    Plugin: Seperlunya, Bukan Sebanyak-banyaknya

    Biar website tetap ringan dan cepat diakses, saat ini saya hanya pasang plugin yang benar-benar bisa membantu saya khususnya untuk meningkatkan performance website, seperti:

    • Rank Math untuk optimasi mesin pencari.
    • LiteSpeed Cache untuk mempercepat loading.
    • Twentig untuk menambahkan fitur-fitur penting dan kreatif ke block editor WordPress.

    Ya, saat ini hanya 3 plugin itu yang saya aktifkan di website kangfadhil.id, tidak ada plugin page builder. Semua layout saya buat langsung pakai Block Editor bawaan WordPress, yang ternyata cukup andal dan menyenangkan dipakai kalau sudah terbiasa.

    Hasil Akhir

    Dengan desain baru ini, pengunjung tidak hanya melihat siapa Kang Fadhil — tapi juga merasakan bagaimana ia berbicara, mengajar, dan membangun hubungan. Desainnya bersih, cepat, responsif, dan tetap mudah digunakan oleh Kang Fadhil untuk mengelola sendiri kontennya di masa depan.

    Insight Pribadi

    Proyek ini mengingatkan saya bahwa desain bukan tentang “yang terlihat keren”, tapi tentang bagaimana website bisa bicara untuk pemiliknya. Saya belajar langsung dari kepribadian Kang Fadhil, cara dia menyapa audiens, dan bagaimana ia menyusun edukasi digital. Semua itu saya tuangkan ke dalam desain yang sekarang bisa kamu lihat di kangfadhil.id.

    Penutup dari Saya

    Bagi saya, setiap project desain website bukan hanya soal “membuatnya lebih bagus”. Tapi soal mewakili siapa pemiliknya di dunia digital.

    Terima kasih untuk Kang Fadhil atas kepercayaannya.

    Dan untuk kamu yang sedang berpikir untuk membangun atau me-redesign website personalmu… mungkin ini saatnya.

    Ingin website personal kamu di-redesign juga? Yuk ngobrol.

  • Cara Membuat Post Carousel di WordPress Menggunakan Block Editor Tanpa Plugin

    Cara Membuat Post Carousel di WordPress Menggunakan Block Editor Tanpa Plugin

    Tutorial ini berdasarkan tantangan seru yang saya kerjakan langsung di halaman ini: https://gblog.my.id/post-carousel/

    Siapa bilang bikin carousel post di WordPress itu harus pakai plugin? Sekarang dengan fitur bawaan Block Editor (Full Site Editing), kamu bisa bikin layout keren seperti Post Carousel dengan modal CSS aja — dan pastinya lebih ringan, clean, dan modern.

    Berawal dari pertanyaan seorang teman yang bertanya di salah satu postingan Facebook saya yang ini

    Dia bertanya:

    Mas, ada trik cara buat query loop slider/Carousel ga tanpa add-on plugin tambahan? 

    Dari pertanyaan itu, saya pun penasaran bisa ga yah? apakah ada yah trik nya? ga lama kemudian, langsung deh saya coba-coba riset dengan bantuan chatgpt.

    Yuk, saya ajak kamu menyusuri langkah-langkahnya sambil cerita pengalaman saya menyelesaikan rasa penasaran tersebut.

    Apa yang Akan Kita Buat?

    Kita akan membuat section yang menampilkan daftar post terbaru dalam bentuk slider horizontal (carousel), lengkap dengan:

    • Gambar featured post
    • Judul
    • Excerpt + Tombol “Baca Selengkapnya”
    • Swipe horizontal ala carousel
    • Tampilan rapi dan responsive

    Tanpa plugin eksternal. Cukup Block Editor + CSS.

    Alat Tempur:

    • WordPress versi terbaru
    • Tema: Twenty Twenty-Four atau Twenty Twenty-Five atau Block Theme lainnya
    • Block Editor
    • Additional CSS

    Langkah-Langkah Membuat Post Carousel

    1. Buat Halaman Baru (Atau Edit Halaman yang Ada)

    Masuk ke WordPress → Pages → Add New → Judul: Post Carousel.

    2. Tambahkan Block Query Loop

    • Pilih PatternsQuery → atau langsung tambahkan block “Query Loop”
    • Pilih Start Blank: Title & Excerpt (untuk memulai)
    • Edit isi dalam Post Template: buat group lalu masukkan Featured Image, Title, dan Excerpt
    • Terakhir bungkus block Query Loop pakai group

    3. Atur Struktur Block (Penting!)

    Pastikan struktur Query Loops nya seperti ini yah

    Group
    └── Query Loop
        └── Post Template
            └── Group
                ├── Featured Image
                ├── Title
                └── Excerpt

    Tambahkan Additional CSS Class pada Post Template dan block Group di dalam Post Template:

    • CSS Class Post Template: post-carousel-wrapper
    • CSS Class Group: post-slide

    4. Tambahkan CSS Custom

    Masuk ke Styles → Custom CSS dan tempel kode ini:

    /* Post Carousel by Rachmat Gumilar */
    
    .post-carousel-wrapper {
      display: flex;
      overflow-x: auto;
      scroll-snap-type: x mandatory;
      gap: 30px;
      padding: 1rem 0;
      scroll-padding: 1rem;
      -webkit-overflow-scrolling: touch;
      align-items: stretch; /* Tambahan: agar semua slide setinggi container */
    }
    
    /* Card/Slide */
    .post-slide {
      min-width: 300px;
      flex: 0 0 auto;
      scroll-snap-align: start;
      background: #fff;
      border: 1px solid #eee;
      border-radius: 12px;
      box-shadow: 0 2px 6px rgba(0,0,0,0.05);
      padding: 1rem;
      display: flex;
      flex-direction: column;
      justify-content: space-between;
      height: 100%; /* Tambahan penting agar semua card setinggi kontainer */
      box-sizing: border-box;
    }
    
    /* Samakan tinggi gambar di semua slide */
    .post-slide img {
      height: 180px; /* atau 200px, tergantung preferensi kamu */
      width: 100%;
      object-fit: cover;
      border-radius: 8px;
      display: block;
    }
    
    /* Excerpt */
    .post-slide .wp-block-post-excerpt {
      flex-grow: 1;
      margin-bottom: 1rem;
    }

    5. Simpan dan Coba!

    Preview halaman → geser ke kanan atau swipe di perangkat mobile → Voila! Carousel post berjalan mulus 😍

    Tips Tambahan

    Tampilan tidak sejajar? Cek spacing dari Post Template, pastikan Block Spacing = 0


    Kita lanjut buat navigasi (arrow)? Bisa dibuat manual pakai CSS + HTML

    Sudah berhasil tahap diatas?

    Klo sudah, kita lanjutkan langkah berikutnya membuat tombol navigasi (arrow).

    1. Tambahkan HTML tombol manual (pakai Custom HTML block)

    Tambahkan custom HTML Block ke-1 di bawah group Query Loops, lalu masukkan kode ini:

    <div class="carousel-nav">
      <button onclick="scrollCarousel(-1)">&#8592;</button>
      <button onclick="scrollCarousel(1)">&#8594;</button>
    </div>

    Tambahkan kembali custom HTML Block ke-2, lalu masukkan kode ini:

    <script>
    function scrollCarousel(direction) {
      const carousel = document.querySelector('.post-carousel-wrapper');
      const slide = carousel.querySelector('.post-slide');
      const slideWidth = slide.offsetWidth + 16; // 16px dari gap
      carousel.scrollBy({ left: direction * slideWidth, behavior: 'smooth' });
    }
    </script>

    Lalu bungkus 2 block custom HTML tersebut dengan group, dan struktur nya seperti ini:

    Group
    ├── Custum HTML
    └── Custum HTML

    2. Tambahkan CSS untuk navigasi (arrow)

    Masuk kembali ke Styles → Custom CSS dan tempel kode ini di bawah kode CSS sebelumnya:

    .carousel-nav {
      display: flex;
      justify-content: center;
      gap: 1rem;
      margin-bottom: 1rem;
    }
    
    .carousel-nav button {
      background-color: #00B3CD;
      color: white;
      border: none;
      padding: 0.4rem 0.6rem;
      border-radius: 50px;
      font-size: 1.8rem;
      cursor: pointer;
    }
    
    .carousel-nav button:hover {
      background-color: #0391A4;
    }

    Selesai

    Harusnya tampilan post carousel yang kamu buat sama seperti yang saya buat disini 👉 https://gblog.my.id/post-carousel/


    Struktur editor finalnya seperti ini:

    Group
    └── Query Loop
        └── Post Template
            └── Group
                ├── Featured Image
                ├── Title
                └── Excerpt
    Group
    ├── Custum HTML
    └── Custum HTML

    dan Struktur Additional CSS finalnya seperti ini:

    /* Post Carousel by Rachmat Gumilar */
    
    .post-carousel-wrapper {
      display: flex;
      overflow-x: auto;
      scroll-snap-type: x mandatory;
      gap: 30px;
      padding: 1rem 0;
      scroll-padding: 1rem;
      -webkit-overflow-scrolling: touch;
      align-items: stretch; /* Tambahan: agar semua slide setinggi container */
    }
    
    /* Card/Slide */
    .post-slide {
      min-width: 300px;
      flex: 0 0 auto;
      scroll-snap-align: start;
      background: #fff;
      border: 1px solid #eee;
      border-radius: 12px;
      box-shadow: 0 2px 6px rgba(0,0,0,0.05);
      padding: 1rem;
      display: flex;
      flex-direction: column;
      justify-content: space-between;
      height: 100%; /* Tambahan penting agar semua card setinggi kontainer */
      box-sizing: border-box;
    }
    
    /* Samakan tinggi gambar di semua slide */
    .post-slide img {
      height: 180px; /* atau 200px, tergantung preferensi kamu */
      width: 100%;
      object-fit: cover;
      border-radius: 8px;
      display: block;
    }
    
    /* Excerpt */
    .post-slide .wp-block-post-excerpt {
      flex-grow: 1;
      margin-bottom: 1rem;
    }
    
    .carousel-nav {
      display: flex;
      justify-content: center;
      gap: 1rem;
      margin-bottom: 1rem;
    }
    
    .carousel-nav button {
      background-color: #00B3CD;
      color: white;
      border: none;
      padding: 0.4rem 0.6rem;
      border-radius: 50px;
      font-size: 1.8rem;
      cursor: pointer;
    }
    
    .carousel-nav button:hover {
      background-color: #0391A4;
    }

    💡 Kenapa Ini Layak Dicoba?

    • No Plugin Bloat: Lebih cepat dan ringan
    • Lebih fleksibel: Mau diatur style-nya tinggal custom CSS
    • Responsive: Scrollable di mobile
    • Gratis & native: Fitur murni dari WordPress itu sendiri

    🏁 Penutup

    Block Editor di WordPress ternyata punya potensi besar — bahkan bisa bikin fitur carousel tanpa plugin. Buat kamu yang suka clean coding dan minim plugin, trik ini wajib dicoba!

    Kalau kamu tertarik eksplor lebih lanjut, bisa gabung di komunitas saya:
    📌 Grup FB: GoBlocksID
    📌 Telegram: t.me/goblocksid

  • [WEBINAR] Website Keren Tanpa Ngoding: Emang Bisa?

    [WEBINAR] Website Keren Tanpa Ngoding: Emang Bisa?

    Ingin punya website sendiri tapi bingung karena nggak bisa ngoding? Tenang, jawabannya akan kamu temukan di webinar spesial yang diselenggarakan oleh Biznet GioCloud pada:

    🗓 Sabtu, 17 Mei 2025
    Pukul 10.00 – 12.00 WIB
    📍 Via Zoom
    🔗 Daftar sekarang di: s.id/OMqlz

    Webinar ini mengangkat tema “Website Keren Tanpa Ngoding: Emang Bisa?”, dan berikut cuplikan materi yang akan dibahas:

    Section 1: Flash Back

    Kita akan mulai dengan membahas kenapa website itu penting — baik untuk personal branding, portofolio, maupun bisnis. Di era digital seperti sekarang, website adalah identitas online yang aktif 24 jam dan bisa diakses dari mana saja.

    Lalu kita akan masuk ke penjelasan ringan tentang domain dan hosting. Domain itu ibarat alamat rumah digital kamu, dan hosting adalah tanah tempat kamu membangun rumah (website).

    Selanjutnya, kita akan mengenal lebih dekat dengan WordPress — platform pembuat website paling populer di dunia, yang kini digunakan oleh lebih dari 43% website global. WordPress terkenal karena fleksibel, mudah digunakan, dan punya ribuan plugin serta tema.

    Section 2: Materi Inti

    Di bagian ini, kita akan bahas tentang plugin, menunjukkan beberapa jenis plugin page builder — alat bantu visual untuk bikin halaman website keren tanpa coding. Contohnya:

    • Elementor
    • Beaver Builder
    • Divi Builder
    • dan banyak lagi ….

    Kita juga akan bahas tentang Block Editor (Gutenberg) — editor bawaan WordPress yang sekarang sudah sangat canggih. Kamu akan belajar:

    • Apa itu Block Editor
    • Fitur-fiturnya seperti blok teks, gambar, tombol, layout
    • Kelebihan: ringan, cepat, terintegrasi langsung di WordPress
    • Kekurangan: beberapa fitur desain butuh plugin tambahan

    Bonus Praktik:
    Kita akan bikin langsung sebuah Landing Page sederhana seperti qurbanyuk.my.id hanya menggunakan Block Editor bawaan. Kamu akan lihat sendiri betapa mudah dan cepatnya prosesnya — semua tanpa ngoding!

    Kesimpulan

    Bikin website keren hari ini nggak perlu skill teknis yang ribet. Cukup dengan WordPress dan tools gratis yang tersedia, siapa pun bisa punya website sendiri — untuk promosi, jualan, atau sekadar tampil lebih profesional di dunia digital.

    Yuk, ikutan dan temukan jawabannya langsung di webinar ini
    Daftar sekarang di: 👉 s.id/OMqlz

  • Memperkenalkan PootleWriter: Pendamping Penulisan WordPress Bebas Hambatan

    Memperkenalkan PootleWriter: Pendamping Penulisan WordPress Bebas Hambatan

    Ucapkan selamat tinggal pada alat tulis yang merepotkan dan sambut PootleWriter – aplikasi menulis revolusioner yang menghadirkan kesederhanaan dan kecepatan di ujung jari Anda.

    Tidak seperti alternatif bertenaga AI, PootleWriter adalah solusi yang dirancang manusia yang memprioritaskan pengalaman menulis Anda.

    Fitur Utama:

    1. Tidak Perlu Login: Langsung menulis tanpa hambatan apa pun.
    Cepat Secepat Kilat: Tuangkan pikiran Anda dengan cepat dan mudah.
    Antarmuka Bebas Gangguan: Fokus hanya pada kata-kata Anda, bukan teknologi yang rumit.
    2. Publikasikan ke WordPress : Penerbitan satu klik ke situs web WordPress Anda.
    Mode offline : PootleWriter bekerja offline berkat arsitekturnya yang mengutamakan lokal.

    PootleWriter bukan tentang AI yang mengambil alih proses menulis Anda. Sebaliknya, ini adalah alat yang dibuat untuk meningkatkan kreativitas alami Anda. Teknologi ini menghilang ke latar belakang, memungkinkan ide-ide Anda mengalir bebas ke halaman.

    Baik Anda seorang pelajar yang dikejar tenggat waktu, seorang profesional yang menyusun dokumen penting, atau seorang yang kreatif dalam mengeksplorasi ide-ide baru, PootleWriter dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Ini adalah pendamping menulis yang memberdayakan Anda untuk menghasilkan karya terbaik tanpa menghalangi Anda.

    Rasakan kegembiraan menulis tanpa hambatan dengan PootleWriter – tempat kesederhanaan bertemu produktivitas, dan kata-kata Anda menjadi pusat perhatian.

    Created by JamieMarsland

    Info lengkapnya dibawah ini

    Introducing PootleWriter: Your Friction-Free WordPress Writing Companion

  • Menjadi Creator CapCut: Digaji Dollar Per Minggu

    Menjadi Creator CapCut: Digaji Dollar Per Minggu

    By Habis Kerja

    Meraup Dollar dari Aplikasi CapCut!

    Apakah kamu ingin menjadi freelancer modal hp aja? mau jadi content creator tapi nggak mau menampilkan wajah?

    Jika iya, kamu harus mulai mempelajari aplikasi CapCut!

    CapCut sendiri adalah aplikasi pengeditan video paling mudah dan populer yang bisa digunakan dimanapun dan kapanpun.  Kamu dapat menghasilkan uang dengan cara menjual Jasa Editing Video dan menjadi Content Creator CapCut.

    Taukah kamu kamu akan digaji tiap minggu jika kamu menjadi menjadi Content Creator CapCut? Plus kamu dibayar menggunakan Dollar! Pencairannya pun sangat mudah!

    Dapatkan Diskon 74% Khusus Hari ini

    Rp. 99.000

    Rp. 383.000

  • Strategi Dibayar Dollar, Jual Foto di Shutterstock

    Strategi Dibayar Dollar, Jual Foto di Shutterstock

    By Habis Kerja

    Jual Foto Dibayar Dollar Hanya Modal HP

    Apakah kamu ingin mendapatkan uang tambahan dengan cara dan modal yang mudah?

    Jika iya, kamu dapat memulai hobi baru seperti saya yaitu dengan mencoba photography.  Jangan kawatir jika tidak memiliki kamera yang bagus karena saya pun memotret objek hanya menggunakan handphone. 

    Lalu bagaimana cara saya menghasilkan uangnya?  

    Saya memulai dengan menemukan objek yang simple dan mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari contohnya perabotan rumah, daun, buah dan lain-lain yang tidak memerlukan model khusus didalamnya.  Hasil jepretan saya tersebut kemudian saya upload dan jual di Shutterstock.  Dari sanalah foto-foto saya dibeli dengan dollar.

    Dapatkan Diskon 72% Khusus Hari ini

    Rp. 99.000

    Rp. 358.000

  • Shopee Affiliate: Penghasilan Dari Rumah

    Shopee Affiliate: Penghasilan Dari Rumah

    By Habis Kerja

    Manfaatkan Shopee Jadi Sumber Cuan!

    Apakah kamu adalah milenial atau ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan income dengan memanfaatkan social media dari rumah?

    Jika iya, salah satu peluang yang sedang naik daun saat ini adalah menjadi Shopee Affiliate.

    Pekerjaan sampingan ini telah saya dalami sejak beberapa tahun terakhir. Dengan mempromosikan barang shopee di social media pribadi saya, saya bisa mendapatkan komisi yang menarik.

    Berikut adalah screenshot dari pendapatan saya selama 1 minggu menjadi Shopee Affiliate.

    Melalui kelas ini, saya ingin berbagi tips dan mengajarkan skill menjadi affiliate shopee untuk kamu yang ingin mendapatkan penghasilan dari rumah.

    Dapatkan Diskon 50% Khusus Hari ini

    Rp. 179.000

    Rp. 358.000

  • Linkedln Kickstart: Optimasi Linkedln Kamu

    Linkedln Kickstart: Optimasi Linkedln Kamu

    Rahasia Optimasi Linkedln Untuk Kariermu Sekarang dan masa Depan

    Bisa buat personal branding, bangun portofolio dan juga dapetin cuan 🤩

    Pasti kamu juga inginkan.. punya karier yang baik, keren, menarik, dan cemerlang… tapi mungkin saat ini kamu mengalami beberapa masalah di bawah ini ? 

    ❌ Mau cari kerjaan susah karena gak punya profile yang menarik ?

    ❌ Pengalaman dan skill masih minim, sehingga sering ditolak kerja recruiter atau hrd

    ❌ Mau nyari networking yang relevan supaya kenal orang dalam tapi bingung mulai darimana ?

    ❌ Punya skill dan pengalaman tapi gak tau cara nampilin secara profesional ?

    TENANG!!! kamu bukan satu-satunya, karna kami pun pernah mengalami hal yang sama! Sampai pada akhirnya, kami berhasil menemukan FORMULA dan caranya yang kini kamu bisa memilikinya!

    Tidak perlu pusing dan frustasi, meskipun pengalaman kerja minim, tetap bisa memiliki profile yang menarik tanpa OVERCLAIM!!! Sehingga recruiter/hrd siap melirikmu🤩

    Dapatkan 4 Bonus Special Senilai 795K + Diskon 71% Khusus Hari ini

    Dan jangan lupa Masukkan Kode Diskonnya KUYAH

    Rp. 101.000

    Rp. 351.000

  • Mengenal WordPress: Platform Web Design Terbaik

    Mengenal WordPress: Platform Web Design Terbaik

    WordPress merupakan salah satu platform web design terbaik yang banyak digunakan di seluruh dunia. Platform ini sangat populer karena mudah digunakan dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna dalam membuat website. Selain itu, WordPress juga menawarkan berbagai pilihan tema dan plugin yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan website.

    Salah satu kelebihan WordPress adalah kemudahan dalam mengelola konten website. Pengguna dapat dengan mudah menambahkan, mengedit, dan menghapus konten dari halaman website. Selain itu, WordPress juga dilengkapi dengan fitur SEO yang memudahkan website untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di mesin pencari.

    Tidak hanya itu, WordPress juga didukung oleh komunitas yang besar dan aktif. Komunitas ini terdiri dari para pengembang, desainer, dan pengguna yang saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang WordPress. Dengan demikian, pengguna WordPress dapat dengan mudah mencari bantuan dan solusi ketika mengalami masalah dalam menggunakan platform ini.

    Dalam kesimpulannya, WordPress merupakan platform web design terbaik yang sangat direkomendasikan untuk pengguna yang ingin membuat website dengan mudah dan efisien. Dengan berbagai fitur dan kemudahan yang ditawarkan, pengguna dapat membuat website yang menarik dan profesional tanpa harus memiliki skill coding yang rumit. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin membuat website dengan mudah, WordPress adalah pilihan yang tepat.

  • Menggunakan Ilustrasi dalam Desain Grafis: Tips dan Trik

    Menggunakan Ilustrasi dalam Desain Grafis: Tips dan Trik

    Menggunakan ilustrasi dalam desain grafis dapat memberikan sentuhan kreatif dan visual yang menarik bagi karya Anda. Ilustrasi dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan menarik perhatian pemirsa. Berikut beberapa tips dan trik yang dapat Anda terapkan dalam penggunaan ilustrasi dalam desain grafis:

    1. Pilih gaya ilustrasi yang sesuai dengan tujuan dan identitas merek Anda. Pastikan ilustrasi tersebut konsisten dengan keseluruhan desain grafis sehingga menciptakan kesan yang harmonis.
    2. Gunakan ilustrasi untuk memperkuat narasi atau cerita yang ingin disampaikan. Ilustrasi dapat menjadi visual yang mendukung teks dan membuat informasi lebih mudah dipahami.
    3. Eksperimen dengan berbagai teknik dan warna dalam ilustrasi Anda. Cobalah untuk memadukan berbagai elemen seperti tekstur, pola, dan gradasi warna untuk menciptakan ilustrasi yang menarik dan unik.

    Dengan menerapkan tips dan trik di atas, Anda dapat menciptakan desain grafis yang menarik dan berkesan dengan penggunaan ilustrasi yang tepat. Jangan ragu untuk bereksperimen dan berkreasi dalam menggabungkan ilustrasi dengan elemen desain lainnya untuk menciptakan karya yang unik dan berbeda.