Pendahuluan
Sebagai pengguna WordPress, dulu saya sering mendengar anggapan bahwa Block Editor (Gutenberg) itu kaku. Desainnya kotak-kotak, fiturnya terbatas, dan tidak sebebas kalau kita pakai Page Builder pihak ketiga.
Namun, sudah 2 tahun ini saya belajar untuk menyelam lebih dalam. Saya mulai mempelajari fitur-fitur native yang sudah tertanam di core WordPress, mulai dari Full Site Editing (FSE), Site Editor, hingga penggunaan Block Patterns.
Jujur, awalnya memang terasa ada “tembok”. Kita tidak disuguhi ribuan tombol pengaturan instan di sidebar. Tapi, seiring saya belajar memahami struktur Group Block, memainkan logika Row & Stack, dan menyisipkan sedikit sentuhan Additional CSS, pandangan saya berubah total.
Ternyata, Gutenberg bukan kaku. Dia hanya “jujur”. Dia memberikan kita kanvas dasar yang bersih, ringan, dan siap dibentuk menjadi apa saja asalkan kita mau sedikit bereksperimen memahami dasarnya.
Menanggapi Penilaian “Menengah” pada Fleksibilitas
Barusan saya coba search google dengan kata kunci page builder tahun 2026, lalu saya tertarik membaca sebuah artikel yang membandingkan peta kekuatan builder di tahun 2026 ini. Dalam sebuah tabel perbandingan di artikel berjudul 3 Builder WordPress Terbaik di Tahun 2026 dari blog Zhien.id, terdapat poin yang menarik perhatian saya.

Di tabel tersebut, Fleksibilitas Desain Gutenberg diberi nilai “Menengah”.
Sepintas, penilaian ini sangat masuk akal dan saya setuju. Jika definisinya adalah “kemudahan drag-and-drop instan tanpa menyentuh koding sama sekali”, Gutenberg bawaan (default) memang ada di tengah-tengah. Ia tidak se-instan builder visual populer lainnya.
Tapi dari pengalaman saya langsung di lapangan, label “Menengah” ini sebenarnya menyimpan potensi tersembunyi yang luar biasa jika kita mau menggali sedikit lebih dalam.
Fleksibilitas Itu Bernama “Kendali Penuh”
Apa yang membuat Gutenberg kini terasa sangat fleksibel bagi saya justru terletak pada kesederhanaannya. Berikut adalah beberapa poinnya:
- Ringan & Native: Karena tidak memuat banyak aset eksternal atau bloatware, kita bisa membuat layout yang kompleks tapi website tetap ngebut. Ini adalah fleksibilitas performa yang mahal harganya.
- FSE (Full Site Editing): Dulu, mengubah Header atau Footer itu menakutkan karena harus bongkar file PHP tema. Sekarang? Lewat Site Editor, kita bisa mengubah struktur global website secara visual, blok demi blok.
- Kombinasi CSS: Hanya dengan menambahkan custom class dan sedikit sentuhan CSS pada blok standar, blok yang tadinya kaku bisa disulap menjadi desain yang unik dan personal.
Bagi saya pribadi, fleksibilitas Gutenberg itu seperti mainan LEGO. Potongan dasarnya memang sederhana, tapi justru karena itulah kita bisa membangun bentuk apa saja tanpa batas.
Gutenberg tidak membatasi desain Anda, dia hanya meminta Anda untuk memahami cara kerja web yang sebenarnya (HTML & CSS), bukan sekadar menjadi operator tool.
Baca Juga
“Senjata Rahasia” Bernama Block Builder/Plugin
Selain fitur bawaan, ada satu hal lagi yang sering luput dari perhatian yang membuat nilai “Menengah” tadi melonjak naik: Ekosistem Block.
Jika Anda merasa fitur bawaan Core masih kurang fleksibel tapi tidak ingin coding CSS, kita bisa menggunakan Block Builder (sering disebut Gutenberg Addons).
Sudah banyak sekali pengembang hebat yang merilis tools untuk “memperkaya” Gutenberg tanpa merusak struktur native-nya. Sebut saja:
- Gutenverse & Spectra: Yang menambahkan puluhan blok canggih dan fitur layout presisi.
- Ollie WP: Sebuah Block Theme yang membawa standar desain modern langsung ke editor.
- Nexter, ABlocks, Greenshift: Dan masih banyak lagi yang terus bertambah setiap harinya.
Tools ini bekerja dengan cara menambahkan Block dan Fungsi, bukan menggantinya secara total. Hasilnya? Kita mendapatkan fleksibilitas desain setara Page Builder premium, tapi dengan performa yang tetap ringan khas Gutenberg.
Jadi, kalau digabungkan (Core Features + Block Builder/Plugin), fleksibilitas Gutenberg itu sebenarnya sudah Tak Terbatas.
Tanya Jawab (FAQ)
Karena secara bawaan (default), Gutenberg tidak menampilkan ribuan tombol pengaturan visual yang instan seperti di Elementor. Untuk mencapai desain yang kompleks, Gutenberg menuntut penggunanya untuk lebih memahami struktur blok, menggunakan fitur Full Site Editing (FSE), atau menambahkan plugin blok tambahan, sehingga tidak terasa “se-instan” builder lainnya.
Tidak wajib, tapi memahaminya akan menjadi nilai tambah yang besar. Jika Anda tidak ingin menyentuh kode sama sekali, Anda bisa menggunakan bantuan Block Builder (seperti Spectra, Gutenverse, atau Greenshift). Plugin-plugin ini membuka fitur desain canggih secara visual tanpa perlu menulis kode manual.
Berdasarkan pengalaman dan tren tahun 2026, Gutenberg (Native) jauh lebih aman untuk investasi jangka panjang. Karena Gutenberg adalah bagian inti (Core) dari WordPress, Anda tidak perlu khawatir soal isu kompatibilitas, performa website yang memberat, atau risiko plugin yang ditinggalkan pengembangnya di masa depan.
Kesimpulan: Pilih Alat Sesuai Misi
Tentu saja, setiap tools diciptakan untuk penggunanya masing-masing. Informasi dari tabel referensi di atas tetap valid sebagai panduan umum bagi pemula. Namun, jangan jadikan label “Menengah” sebagai alasan untuk takut mencoba Gutenberg.
- Jika Anda butuh hasil visual super cepat dengan fitur melimpah tanpa memikirkan struktur kode, Page Builder visual mungkin jodoh Anda.
- Tapi jika Anda, seperti saya, ingin investasi jangka panjang di ekosistem Native WordPress, yang mengutamakan performa, struktur data yang rapi, dan kemudahan maintenance di masa depan, maka Gutenberg sangat layak untuk ditekuni.
“Kalo kalah di Tools, harus menang di Kreativitas. Kalo kalah di Akselerasi, harus menang di Konsistensi.” — Orang GoBlocks
Mari terus belajar dan berkarya dengan tools WordPress andalan masing-masing 🚀
Tertarik Beralih ke WordPress Native tapi Tidak Punya Waktu untuk “Ngulik”?
Seperti yang saya tulis di atas, Gutenberg menawarkan performa dan fleksibilitas luar biasa, namun memang membutuhkan waktu untuk memahami struktur Full Site Editing (FSE) agar hasilnya maksimal.
Jika Anda ingin memiliki website yang ringan, mudah diedit, dan siap menghadapi masa depan (future-proof) tanpa harus pusing memikirkan teknisnya, saya siap membantu.
Saya spesialis dalam membangun website berbasis WordPress Native (Block Editor) yang dioptimasi dengan sentuhan CSS khusus.
Beberapa Hasil Karya Saya
- PT. Gumilang Maju Selaras (GMS): Website korporat responsif yang dibangun dengan Full Site Editing (FSE), integrasi API WhatsApp, dan animasi kustom berbasis Intersection Observer untuk pengalaman pengguna yang dinamis.
- GoBlocks.id: Pustaka pola (Block Patterns) Gutenberg yang dapat digunakan ulang untuk pemula, freelancer, atau developer.
- KangFadhil.id: Website portofolio profesional yang mengoptimalkan Site Editor untuk kemudahan update.
- GoMasjid: Template web untuk masjid yang dibangun sepenuhnya dengan block native.
- QurbanYuk: Landing page musiman untuk layanan Qurban dengan fokus pada konversi tinggi.
- GoShop: Demo katalog e-commerce ringan yang memanfaatkan fitur-fitur bawaan WordPress.
- GBlog: Template bergaya majalah minimalis yang fokus pada tipografi dan keterbacaan.
- Jualand: Desain website untuk jualan desain landing page.
- dan masih banyak lagi …….




Leave a Reply